Lentera Jumat

Jum’at illa Jum’at

Memasuki ruang tengah masjid, belum banyak jamaah Jum’at yang datang. Menunggu waktu adzan, seorang bapak saya perhatikan sedang khusyu’ membaca Yaasiin. Dua orang bapak di shaf pertama sedang menunaikan sholat sunnah. Saya membuka halaman surat Al-Kahfi tapi belum membaca, masih melihat suasana di dalam masjid. Tepat di shaf belakang, seorang pemuda dengan kaos hitam sedang… Continue reading Jum’at illa Jum’at

Perspektif

Tangisan Anak dalam Kereta

Suatu hari di bawah langit sore, saya berjalan kaki dari kampus ke terminal. Dari terminal menaiki bis yang melewati stasiun. Masuk stasiun melalui pintu selatan, lalu naik kereta ekonomi. Gerbong cukup sesak, hingga saya tidak mendapat kursi. Bukan masalah, dari stasiun Bandung ke stasiun Cimahi tergolong dekat. Dengan posisi berdiri jangkauan pandang juga menjadi lebih… Continue reading Tangisan Anak dalam Kereta

Oase

Rumah-Rumah di Gang Sempit

Rumah saya berada di permukiman padat dengan gang seluas satu meter lebih sedikit. Di antara rumah-rumah yang berimpit, kami sulit mendapat privasi atau kesunyian layaknya perumahan elite. Keramaian tetangga, suara televisi, hingga tangisan bayi seringkali masuk rumah tanpa permisi. Riuh rendah anak-anak kecil berlarian disusul teriakan para pedagang keliling, semakin membuat suasana jauh dari ketenangan.… Continue reading Rumah-Rumah di Gang Sempit

Refleksi

Jika Ingin Membicarakan Orang Lain

Cerita ini ketika saya kelas 2 STM. Duduk di bangku kelas mengikuti pelajaran Fisika. Di bimbing Bapak Rahmat Ilmuddin, laki-laki berperawakan kecil. Suaranya tegas, keras, dan suka bercanda ketika mengajar. Beliau lebih banyak menyampaikan kisah sehari-hari dan nasihat dibanding teori fisika. Ada satu nasihat yang paling saya ingat. Kira-kira beliau berkata begini: “Jika kita mau… Continue reading Jika Ingin Membicarakan Orang Lain

Perspektif

Ketika Roy Terjebak Persepsi

Sekitar lima tahun, saya menjadi relawan di rumah singgah Sahabat Anak Jalanan Cimahi. Tak sekadar alasan kemanusiaan, saya juga merasakan kesan yang tak mudah dijelaskan ketika bersama mereka. Saya berkegiatan disana, hingga mengenali nama, wajah, serta keseharian setiap anak. Anak-anak yang beranjak remaja, meninggalkan aktivitas jalanan seperti mengamen untuk menjadi buruh bangunan. Dari satu angkot… Continue reading Ketika Roy Terjebak Persepsi

Perspektif

Menjadi Hal Baru

Mencari hal baru di setiap jengkal waktu dapat menjadi kiat untuk menghirup kesegaran hidup. Memandang segala hal dengan cara tidak biasa mampu menjadi penjernih bosan yang kerap kita keluhkan. Menjalani, mengalami, lantas memahami. Hampir setiap hari, kita bertemu dengan orang baru. Baik di jalan, angkutan umum, kantor, dan berbagai tempat lain. Bisa jadi, mereka sering… Continue reading Menjadi Hal Baru